Untuk Berlangganan Gratis

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner

Suami Istri Kompak Gantung Diri


Diduga karena tak kuat menanggung beban hidup akibat himpitan ekonomi, sepasang suami istri di Cirebon, Jawa Barat, Maksum (35) dan istrinya Rohani (33), nekad mengakhiri hidup dengan cara gantung diri.

Sebelum mengakhiri hidup, bapak ibu warga Blok Kroya, RT 04 / RW 04 Desa Tanjung Anom, Kec. Pasaleman, Kab. Cirebon ini sempat menitipkan uang kepada anak sulungnya dan berpesan agar menjaga serta membesarkan kedua adiknya.

Jasad keduanya kemudian ditemukan oleh Atun (12), anak sulung korban. melihat kedua orang tuanya sudah dalam kondisi tergantung dengan tali melilit di leher, Atun pun panik dan langsung melaporkan peristiwa itu kepada tetangganya.

Tidak lama kemudian, tim identifikasi dari Polres Cirebon dan Polsek Waled datang ke lokasi untuk melakukan olah TKP. Dari hasil olah TKP sementara, petugas menyimpulkan kedua korban meninggal akibat gantung diri.

"Dari hasil olah TKP kami menduga kedua korban meninggal akibat gantung diri karena tidak ada tanda-tanda penganiayaan pada bagian tubuh korban.. Motifnya didduga dilatarbelakangi himpitan ekonomi,k" kata Kapolsek Waled, AKP Sunarto, Rabu (5/1/2011).

Lantaran tidak adanya biaya untuk visum, atas kesepakatan keluarga, kedua jasad tidak dibawa ke rumah sakit dan langsung dimakamkan di tempat pemakaman umum desa setempat.

Menurut Atun, sebelum ditemukan tewas, ibunya memang selalu mengeluhkan desakan ekonomi yang menghimpitnya. Kondisi ini juga membuat mereka sering bertengkar. Terlebih kedua korban hanya bekerja serabutan sebagai tenaga bongkar muat dan buruh tani tebu.

"Sebelum meninggal, ibu saya sempat menitipkan uang Rp1 juta dan berpesan agar saya menjaga kedua adik saya yang masih kecil," ujar Atun yang mengaku masih shok. Akibat kejadian itu, ia dan kedua adiknya, yakni Wisnawan, 9 dan Sanes, 3, kini menjadi yatim piatu.

No comments:

Post a Comment

Bisnis 100% Tanpa Modal

Archive

Popular Posts