Untuk Berlangganan Gratis

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner

5 Mitos Remaja Love vs Sex

Remaja cerdas berarti berani untuk bersikap kritis, caranya dengan menolak mitos atau kebohongan yang sering dilontarkan terutama seputar seks (hubungan seksual). Berikut ini, beberapa mitos seks yang biasa ditemui para remaja yang masih belajar tentang arti cinta dan seks yang benar,


1. Seks sebagai bukti cinta sejati

Penjelasan : remaja perempuan atau gadis-gadis muda biasanya ditipu agar menyerahkan dirinya untuk melakukan hubungan seks pranikah dengan alasan cinta. Di sisi lain, si gadis yang masih hijau ini jadi merasa GeEr, karena menganggap dirinya diinginkan. Padahal cinta tidak bisa dibuktikan hanya lewat hubungan seks semata. Seks hanya mengungkapkan cinta sejauh ada komitmen dan tanggung jawab. Di luar itu, tak ada jaminan apa-apa.


2. Seks sebagai uji kemampuan diri

Penjelasan : Tidak sedikit remaja laki-laki merasa bahwa dengan telah berhubungan seks maka dirinya sudah mampu sebagai seorang manusia. Semakin banyak melakukan seks, maka semakin hebatlah dia. Padahal peningkatan harga diri seperti itu tidak ada artinya sama sekali, bahkan menjerumuskan kepada kesia-siaan. Bisa jadi membawa malapetaka, dengan munculnya penyakit kelamin atau merasa makin tak berharga. Dewasa ini dunia hanya akan memandang seseorang dari kemampuan intelektualitas dan moralitasnya, tidak lebih dan tidak kurang.


3. Seks harus dicoba oleh pasangan yang saling cinta

Penjelasan : Ada saja kalangan remaja yang menganggap bahwa hubungan seksual sama dengan keterampilan atau alat yang perlu dicoba sebelum digunakan secara terus-menerus. Tentu saja, anggapan semacam ini sangat merendahkan aspek seksualitas manusia. Seks pada dasarnya adalah sifat instingtif setiap makhluk hidup. Dengan mudah akan bisa dilakukan tanpa perlu dipelajari lebih dahulu, asalkan tidak ada faktor-faktor resiko yang memperburuk. Justru yang perlu dicoba dan diuji adalah komitmen dan tanggung jawab.


4. Seks bisa memperkokoh hubungan cinta

Penjelasan : Sebagian orang menilai bahwa dinamika kehidupan rumah tangga atau hubungan antar pasangan akan mandek tanpa aktifitas seks. Sayang, pendapat ini tidak seratus persen benar. Seks memang penting, tetapi bukan segala-galanya, dalam sebuah hubungan. Mungkin ada pasangan yang pisah atau cerai hanya karena suaminya tidak bisa lagi memenuhi kebutuhan biologisnya. Sikap ini tentu saja mereduksi arti pentingnya cinta dan relasi.


5. Seks sebagai bagian proses pendewasaan

Penjelasan : Sebagian kalangan remaja dan kaum muda pernah muncul semacam prinsip yang menyebutkan bahwa dengan berhubungan seks, seseorang akan semakin dewasa. Kaum muda usia ini lalu berlomba-lomba melakukan uji coba, berkelana, dan menikmati seks tanpa komitmen. Jelas kedewasaan diri tidak ditentukan oleh apakah seseorang sudah berhubungan seks atau belum. Atau apakah seseorang banyak berhubungan seks atau tidak. Kedewasaan seseorang ditentukan oleh banyak hal. Kualitas pribadi yang menentukan apakah seseorang bisa disebut dewasa, misalnya sikap berani bertanggung jawab.

No comments:

Post a Comment

Archive

Popular Posts

There was an error in this gadget