Untuk Berlangganan Gratis

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner

5 Mitos dan Fakta Tentang Batu Mulia

Batu mulia seperti permata, rubi, atau opal memang bisa membuat penampilan pemakainya memukau. Beberapa di antaranya bahkan diyakini membawa keberuntungan bagi pemakainya. Tapi, ada juga yang disebut membawa sial.

Banyak sekali mitos yang beredar tentang batu mulia. Untuk itu ketahui fakta di balik mitos seputar batu mulia.

1. Mitos : Berlian adalah batu mulia termahal
Fakta : Para ahli batu mulia masih memperdebatkannya. Beberapa di antaranya percaya bahwa zamrud adalah batu mulia yang paling mahal. Sedangkan ada juga yang menganggap batu alexandrite yang paling mahal. Faktanya, berlian biru 6,04 karat yang pernah dilelang di Sotheby, Hong Kong, harganya mencapai US$ 7,98 juta, atau setara dengan Rp 73,9 miliar. Berlian tersebut merupakan berlian termahal di kelasnya.

2. Mitos : Opal membawa kesialan
Fakta : Pada awal ditemukan, ribuan tahun lalu batu opal dianggap membawa keberuntungan. Bangsa Romawi menjadikan batu opal sebagai kombinasi dari berbagai keindahan batu berharga. Sepanjang sejarah Romawi, kaisar memberikan istri mereka batu opal untuk keberuntungan. Seiring dengan waktu, opal terutama opal hitam dijadikan jimat terkait dengan sihir, pemicu wabah, bencana dan kemalangan. Tetapi, zaman modern tidak lagi menganggap takhayul semmacam itu. Opal hitam dianggap batu langka dan mahal.

3. Mitos : Berlian tidak dapat dihancurkan
Fakta : Hanya berlian yang bisa menggores atau merusak berlian. Tetapi tetap saja berlian bisa rusak jika tidak disimpan dengan tepat.

4. Mitos : Mutiara larut dalam cuka
Fakta : Menurut legenda, Cleopatra melarutkan beberapa mutiara yang sangat berharga dalam cuka dan meminumnya untuk membuktikan kepada Marc Anthony bahwa ia minum minuman termahal sepanjang masa. Menurut ilmu pengetahuan modern, kalsium karbonat dalam mutiara dapat larut dalam cuka, tapi seberapa cepat tergantung pada seberapa besar adalah mutiara.

5. Mitos : Berlian dihargai berdasarkan warna
Fakta : Meskipun berlian warna biru memiliki harga yang lebih mahal, tetapi warna bukan menjadi penentu utama harga berlian. Hal yang juga menjadi pertimbangan harga berlian adalah potongan, clarity dan berat karat.

sumber: http://unikboss.blogspot.com

READ MORE - 5 Mitos dan Fakta Tentang Batu Mulia

Perempuan Gemuk Bergairah

Perempuan bertubuh gemuk sebaiknya lebih percaya diri dari yang kurus. Mengapa? Studi paling gres mengatakan bahwa perempuan gemuk lebih bergairah dalam hal seks. Teori ini didasarkan pada survei terhadap lebih dari 7000 perempuan tahun 2002. Analisanya seputar hubungan indeks massa tubuh dan orientasi seks, jumlah pasangan, usia, dan frekuensi hubungan seksual.
Perilaku

Hasil studi ini berlawanan dengan anggapan bahwa perempuan gemuk lebih sedikit menikmati seks. Akibat anggapan keliru itu, ilmuwan mengkawatirkan perempuan gemuk justru berperilaku seks menyimang, sehingga mudah mengalami kehamilan tak diinginkan atau bahkan penyakit seks menular.

"Sejumlah ahli medis kurang memperhatikan perilaku mereka sebab mereka pikir perempuan gemuk tidak identik dengan perilaku seksual," jelas Profesor Marie Harvey, spesialis kesehatan reproduksi dari Oregon State University.

Analisa mereka membuktikan bahwa perilaku seksual perempuan gemuk atau obesitas tak ada bedanya dengan perempuan berberat badan normal. Mereka juga perlu diberi penyuluhan tentang perilaku seksual yang sehat. Dari survei itu diperlihatkan bahwa 92% perempuan gemuk telah melakukan hubungan seks dengan lelaki, tanpa memandang usia atau ras. Sedangkan perempuan dengan berat badan normal hanya 87% saja.

Diterjemahkan secara bebas dari Livescience.com
READ MORE - Perempuan Gemuk Bergairah

Kenali fakta tentang alkohol sebelum terlanjur 'kecanduan'!

Kenali fakta tentang alkohol sebelum terlanjur 'kecanduan'!


1. Semua Jenis Minuman Beralkohol Membuat Mabuk
Alkohol berkadar murni tidak dikonsumsi manusia. Yang bisa kita konsumsi adalah minuman yang mengandung ethyl alcohol atau ethanol. Bahan ini dihasilkan dari proses fermentasi gula yang dikandung dari malt, anggur atau bahan lainnya. Bukan jenis minuman yang menentukan kadar mabuk seseorang, tetapi persentase alkohol yang masuk ke dalam darah (BAC=blood alcohol content).

2. Cuma Butuh 30 Detik
Alkohol cuma butuh 30 detik untuk mempengaruhi otak! Segera setelah kita minum, dia langsung dibawa aliran darah berkeliling seluruh tubuh. Jika kita langsung minum banyak alkohol, itu bisa membunuh kita hanya dalam waktu beberapa jam.

3. Efeknya Nggak Cepat Hilang
Pengaruh langsung minum alkohol, antara lain; euphoria (gembira), relaksasi, refleks melambat (gerakan tubuh, pandangan, banyak bicara), pusing, haus, disorientasi, tekanan darah menurun dan nausea (mual). Nggak ada yang bisa menghilangkan efek alkohol dengan cepat, kecuali waktu.

4. Membuat Kecanduan
Penggunaan jangka panjang bisa membuat kita sering gelisah, tremor, dan halusinasi. Alkohol potensial banget menimbulkan adiksi. Semakin lama penggunaan alkohol, toleransi tubuh semakin besar sehingga daya tahan tubuh kita terhadap suatu dosis semakin besar.

5. Wanita Lebih Cepat Mabuk
Batas maksimum pemakaian alkohol yang aman bagi wanita hanya 30 gr/hari. Karena jaringan otot cewek jumlahnya lebih kecil dibanding cowok, alkohol jadi sulit diurai oleh cairan tubuh kita sehingga lebih cepat menyebar dalam aliran darah dan bikin kita lebih cepat mabuk!

6. Lebih Cepat Diserap Wanita Pada Masa Haid
Perubahan hormonal menjelang haid membuat kita gampang dipengaruhi alkohol. Cewek pada saat itu lebih peka dibanding hari-hari biasanya sehingga lebih mudah menyerap apa pun, termasuk alkohol. Meningkatnya estrogen membuat metabolisme alkohol jadi lamban dan membuat kadar BAC ikut naik. Tingkat emosi yang tidak stabil juga salah satu faktor yang membuat kita nggak bisa berpikir jernih untuk melawan efek alkohol.

READ MORE - Kenali fakta tentang alkohol sebelum terlanjur 'kecanduan'!

Pemikir Memliki Otak Yang Berbeda

Orang-orang yang berpikir lebih banyak, memiliki sel-sel lebih banyak di bagian otak yang dikenal sebagai frontal lobes.

Para ilmuwan Inggris dalam publikasinya di Science melihat bagaimana ukuran otak berbeda tergantung pada seberapa banyak orang berpikir tentang keputusan-keputusan.

Namun sebuah survei nasional di Inggris baru-baru ini menemukan bahwa orang-orang tertentu berpikir terlalu banyak tentang kehidupan seperti yang dilansir oleh BBC.

Ingatan atau memori orang-orang ini kurang baik dan mereka mungkin juga depresi.

Stephen Fleming yang merupakan anggota tim University College London (UCL) yang melakukan penelitian itu mengatakan: "Bayangkan anda ada dalam acara kuis 'Who wants to Be a Millionaire' dan anda tak yakin dengan jawaban anda. Anda bisa menggunakan kesempatan untuk bertanya kepada audiens untuk membantu."

Tim London meminta 32 orang relawan untuk membuat keputusan-keputusan yang sulit. Mereka harus melihat dua gambar hitam dan abu-abu yang sangat mirip dan memilih mana yang lebih terang.

Kemudian mereka harus mengatakan seberapa yakinkah mereka terhadap jawaban mereka dalam skala satu hingga enam. Meski sulit untuk melihat perbedaannya, gambar-gambar tersebut diatur agar supaya tingkat kesulitannya sama untuk semua relawan.

Orang-orang yang lebih yakin dengan jawaban mereka memiliki sel-sel otak lebih banyak di bagian depan otak yang dikenal dengan anterior prefrontal cortex.

Bagian otak ini dihubungkan dengan banyak gangguan atau penyakit mental dan otak, termasuk autisme. Studi-studi sebelumnya melihat bagaimana bagian ini berfungsi ketika orang membuat berbagai keputusan dalam kondisi nyata, tapi tidak pada perbedaan antara individu.

Penelitian tersebut merupakan yang pertama memperlihatkan bahwa ada perbedaan fisik di antara orang-orang dengan memperhitungkan seberapa besar bagian ini. Perbedaan-perbedaan ukuran ini berkaitan dengan seberapa banyak mereka memikirkan keputusan mereka sendiri.

Para peneliti berharap bahwa mengetahui lebih banyak tentang jenis perbedaan ini bisa membantu orang-orang yang mengalami gangguan mental.

Rekan peneliti Dr. Rimona Weil dari Institut Kognisi Neurosains UCL mengatakan: "Saya pikir hal itu memiliki implikasi penting bagi pasien-pasien gangguan mental yang mungkin tidak mempunyai wawasan cukup tentang penyakit mereka sendiri."

Dia menambahkan bahwa mereka berharap bisa meningkatkan kemampuan para pasien untuk mengenali bahwa mereka memiliki suatu penyakit dan tidak lupa untuk mendapatkan pengobatan.

Namun, memikirkan berlebihan tentang pikiran anda sendiri barangkali tidaklah baik seluruhnya.

Psikolog kognisi Dr. Tracy Alloway dari Universitas Stirling yang tidak terlibat dalam studi terbaru itu mengatakan bahwa beberapa orang memiliki kecenderungan untuk memikir-mikirkan terlalu berlebihan dan hal ini mengarah kepada resiko depresi.

Lebih dari 1.000 orang mengambil bagian dalam sebuah studi nasional yang menghubungkan satu jenis ingatan yang disebut "ingatan aktif" kepada kesehatan mental.

Ingatan aktif melibatkan kemampuan untuk mengingat potongan-potongan informasi untuk waktu singkat, tapi juga ketika anda mengingat potongan-potongan informasi itu anda melakukan sesuatu terhadap informasi itu.

Misalnya anda mungkin harus mengingat informasi tentang di mana anda melihat bentuk-bentuk dan warna-warna dan juga menjawab pertanyaan seperti apa bentuk-bentuk dan warna-warna itu terlihat.

Mereka yang memiliki ingatan aktif kurang baik yaitu 10-15% orang-orang yang hanya bisa mengingat dua hal, cenderung mempertimbangkan hal-hal dan memikir-mikirkan berlebihan.

Temuan-temuan ini dipresentasikan di Festival Sains Inggris yang dilaksanakan tahun ini di Universitas Aston di Birmingham.

READ MORE - Pemikir Memliki Otak Yang Berbeda
Bisnis 100% Tanpa Modal

Archive

Popular Posts