Untuk Berlangganan Gratis

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner

TELKOMSEL DIPAILITKAN: ANAK USAHA TELKOM BANGKRUT

Sabtu, 15 September 2012 | 08:21 WIB
Arif Pitoyo – Bisnis Indonesia

JAKARTA: Menteri BUMN Dahlan Iskan nampaknya harus berhentikan total dengan aksi koboi dan tebar pesonanya mengingat kondisi BUMN dan anak usahanya, seperti Telkomsel yangternyata penuh masalah.

Sutomo Paguci, seorang advokat, mengungkapkan Dahlan seharusnya fokus membenahi BUMN agar sehat dan taat hukum. "Lihatlah sekarang, PT Telkomsel dinyatakan pailit atau bangkrut oleh Pengadilan Niaga pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Jumat (14/9/2012)," ungkapnya di Kompasiana.

Sebagaimana diketahui, saham PT Telkomsel dimiliki oleh perusahaan BUMN PT Telkom (65%) dan Singapore Telecomunication/SingTel (35%).

Sangat mengherankan perusahaan dengan kapitalisasi sangat besar seperti PT Telkomsel bisa-bisanya dipailitkan hanya oleh sengketa Rp200-an miliar. Ini diprediksi karena buruknya kinerja direksi, terutama direksi terdahulu. "Bagaimana mungkin kontrak bisa diingkari atau dicabut sepihak," tegasnya.

Paguci mengatakan prinsip kontrak tidak bisa dicabut sepihak. Pencabutan kontrak harus dengan kesepakatan kedua belah pihak yang menandatangani kontrak, dalam hal ini PT Telkomsel dan PT Prima Jaya Informatika yang memohon pailit.

Yang terjadi, PT Telkomsel tanpa penjelasan berarti menarik diri dari kontrak, hanya ada pernyataan melalui lisan dan surat elektronik bahwa belum ada perintah lebih lanjut dari pimpinan.

Atas putusan pailit tersebut diberitakan pihak PT Telkomsel  akan mengajukan kasasi. Putusan kasasi bisa dua kemungkinan, diterima/dikabulkan atau ditolak. "Jika sampai ditolak pada tingkat kasasi maka PT Telkomsel akan makin babak belur utamanya di mata publik. Singkatnya, perusahaan publik yang gede ini tidak kualifaid," tegasnya.

Sebagaimana diberitakan, pada Jumat (14/9) siang, Majelis Hakim Pengadilan Niaga Jakarta Pusat, memutuskan Telkomsel dalam keadaan pailit setelah permohonan PT Prima Jaya Informatika, distributor voucher isi ulang Kartu Prima, dikabulkan dengan nomor perkara 48/Pailit/2012/PN.Niaga.JKT.PST.(api)

Sumber : Bisnis Indonesia
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

READ MORE - TELKOMSEL DIPAILITKAN: ANAK USAHA TELKOM BANGKRUT

Hati-hati Terhadap Godaan Iblis!

Bacaan : 1 Tawarikh 21

Kejatuhan dalam dosa bisa terjadi saat kita sedang bergumul dengan berbagai persoalan, tetapi bisa pula terjadi saat kita berada dalam puncak keberhasilan. Berbagai keberhasilan yang telah dicapai oleh Raja Daud membuat ia kurang waspada terhadap godaan Iblis.

Raja Daud mengikuti bujukan Iblis sehingga ia memerintahkan Yoab untuk menghitung jumlah orang Israel. Yoab berusaha mencegah dilakukannya sensus tersebut, tetapi keinginan Raja Daud tidak bisa dicegah. Akibatnya, Allah memerintahkan Nabi Gat untuk menyampaikan tiga pilihan hukuman kepada Raja Daud. Daud merasa sangat menyesal dan sedih karena keputusannya melakukan sensus itu membuat Tuhan menjadi murka. Yang menarik, dalam keadaan seperti itu pun, Raja Daud tetap memilih untuk mendekat kepada Tuhan.

Dalam kitab Bilangan pasal 1, Allah memerintahkan Musa untuk mengadakan sensus. Oleh karena itu, jelaslah bahwa sensus itu bukanlah suatu dosa. Jadi, mengapa sensus yang diperintahkan oleh Raja Daud ini merupakan suatu dosa yang mendatangkan hukuman Allah? Ada kemungkinan bahwa dengan mengadakan sensus, Daud mengalihkan kebergantungannya kepada Allah menjadi kebergantungan kepada kekuatan militer. Hal itulah yang membuat Allah murka!

Dalam kekristenan, motivasi merupakan masalah penting. Suatu hal yang nampaknya benar dan baik, bila dilakukan dengan motivasi yang salah bisa menjadi suatu perbuatan yang berdosa. Sebagai contoh, kekuasaan, harta, keluarga, prestasi adalah hal-hal yang baik bila dipersembahkan bagi kemuliaan Allah, tetapi hal-hal itu menjadi dosa bila hal-hal itu membuat kita jauh dari Allah. [P]

1 Tawarikh 21:1
" Iblis bangkit melawan orang Israel dan ia membujuk Daud untuk menghitung orang Israel."
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT
READ MORE - Hati-hati Terhadap Godaan Iblis!

Renungan (Kristen)

BUKTI IMAN

Yakobus 2:13-26
Apakah gunanya, saudara-saudaraku, jika seorang mengatakan, bahwa ia mempunyai iman, padahal ia tidak mempunyai perbuatan? Dapatkah iman itu menyelamatkan dia? (Yakobus 2:14)

Kita, sebagai orang kristiani yakin bahwa kita tidak bisa dilahirkan kembali atau diselamatkan oleh karena perbuatan. Kita hanya bisa diselamatkan melalui iman kepada Yesus, Tuhan dan Juru Selamat kita. Tetapi mungkin kemudian muncul pertanyaan, "Bagaimana saya bisa tahu bahwa saya atau seseorang sudah mengalami kelahiran kembali?" Adakah bukti yang dapat terlihat secara nyata?

Yakobus memberi jawaban yang tepat. Kalau kita mencoba mencari bukti dari iman seseorang, perhatikanlah perbuatannya. Apa yang diperbuat seseorang mencerminkan apa yang diyakininya sebagai kebenaran. Jika tutur lakunya sama sekali tidak mencerminkan orang yang sudah diselamatkan, imannya patut dipertanyakan (ayat 15-17). Yakobus memberi contoh tentang Abraham dan Rahab. Kita tidak bisa membaca pikiran dan hati mereka, tetapi bisa melihat bahwa mereka memercayai Allah melalui perbuatan mereka. Abraham rela mempersembahkan anaknya kepada Allah, Rahab mempertaruhkan nyawa untuk menyembunyikan mata-mata umat Allah (ayat 21, 25).

Adalah wajar kalau kita sendiri atau seseorang meragukan iman kita karena menemukan tindakan kita yang tidak menunjukkan buah pertobatan. Kalau kita secara konsisten berkanjang dalam dosa dan tidak merasa resah dengan ketidaktaatan kita, maka kita perlu waspada. Bandingkanlah bagaimana tutur laku dan kebiasaan-kebiasaan kita sebelum dan sesudah menerima Kristus. Perbuatan-perbuatan apa saja yang menunjukkan bahwa kita telah diselamatkan dan diubahkan oleh kasih karunia Kristus? --BWA

HANYA OLEH KARENA IMAN SESEORANG DAPAT DISELAMATKAN.
HANYA MELALUI KETAATAN KEPADA ALLAH IMAN SESEORANG DAPAT DIBUKTIKAN.

Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT
READ MORE - Renungan (Kristen)

Renungan (kristen)

Satu Majikan

Efesus 6:1-9
"Pekerjaan yang kalian lakukan sebagai hamba itu, hendaklah kalian kerjakan dengan hati yang gembira seolah-olah Tuhanlah yang kalian layani, dan bukan hanya manusia."
(Efesus 6:7 BIS)

Ada seseorang yang melakukan pengamatan menarik terhadap catatan Alkitab tentang pelayanan Yesus. Dari 132 pemunculan Yesus secara publik, 122 di antaranya di tengah dunia kerja. Dari 52 perumpamaan yang diajarkan Yesus, 45 memiliki latar dunia kerja. Dari 40 intervensi ilahi yang dicatat di Kisah Para Rasul, 39 terjadi di dunia kerja. Yesus memanggil 12 murid dari dunia kerja, bukan rohaniwan, untuk membangun gereja-Nya.

Sejak awal mula penciptaan hingga langit dan bumi yang baru, kisah-kisah Alkitab memberikan perhatian yang besar pada dunia kerja. Dalam surat Paulus yang sedang kita renungkan dan dalam surat-suratnya yang lain, pengajaran yang disampaikannya kerap diikuti penerapan dalam dunia kerja. Diingatkan kepada hamba-hamba dan tuan-tuan "sama-sama mempunyai satu majikan, yaitu Tuhan" (ayat 9 BIS). Konse- kuensinya, kita melayani dengan ketulusan dan dengan segenap hati, dengan ketaatan pada kehendak-Nya (ayat 5-6), dengan pengharapan akan penghargaan dari-Nya (ayat 8). Perlu diperhatikan bahwa di sini Paulus tidak sedang berbicara tentang aktivitas gerejawi, melainkan tentang pekerjaan sehari-hari.

Setiap pekerjaan bisa menjadi suatu ibadah rohani, jika kita melakukannya bagi Tuhan. Sebaliknya, setiap pelayanan bisa menjadi suatu kegiatan sekuler, jika kita tidak melakukannya bagi Tuhan. Di tengah kesibukan dan tantangan dalam pekerjaan Anda hari ini, ambillah waktu sejenak untuk menyelidiki hati: "Untuk siapakah saya melakukan semuanya ini? Kehendak siapakah yang sedang saya layani?"

Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT
READ MORE - Renungan (kristen)
Bisnis 100% Tanpa Modal

Archive

Popular Posts